Terkenal sebagai kota yang bebas, alasan Batam menjadi tempat berkumpulnya para perantau

Batam, merupakan pulau kecil yang berada dekat dengan pulau sumatra. Dilansir dari Wikipedia, batam hanya memiliki luas wilayah 960.25 km2  . Batam memiliki 3 wilayah yang  dihubungkan oleh jembatan. Yakni Batam, Rempang dan Galang. Meski termasuk pulau yang mungil, batam disebut-sebut sebagai kota industri dan kota yang sangat bebas. Namun, tak kalah dengan kota industri lainnnya seperti di Jawa barat dan Jakarta, Batam juga memiliki pesonanya sendiri. 



Dekat dengan Singapura dan Malaysia


Di kota kecil ini para perantau dari seluruh Indonesia dapat berharap. Kota yang dikenal dengan Industrinya ini menjanjikan banyak peluang. Baik itu peluang untuk bekerja, maupun untuk membuka usaha. Letaknya yang dekat dengan negara-negara tetangga, Batam dinilai sebagai kota yang strategis. Inilah mengapa banyak peluang yang menjanjikan disana.

Tak hanya dengan peluang dan pekerjaan, banyak perantau yang kembali kesana karena keadaan kota yang nyaman untuk ditinggali. Orang-orang yang berasal dari berbagai macam daerah membuat Batam menjadi semakin seperti pelangi, berwarna-warni. Bahkan tak hanya di dalam negri, beberapa perantau datang dari negara tetangga.

Suku-suku di Batam

Kebayakan para perantau berasal dari Sumatra. Ini karena letaknya yang dekat dengan Batam. Namun, tak hanya mereka warga Sumatra yang datang ke sana. Dari berbagai daerah lain yang jika dihitung jarak letaknya sangat jauh dengan kota Batam juga ikut datang untuk mencari harapan. Dari Flores misalnya. kebanyakan dari mereka memilih menetap di kota itu untuk selanjutnya. Banyak juga perantau dari Jawa dan Sunda. Padahal jika dipikir-pikir mereka sudah memiliki lahan Indistri sendiri. Namun inilah Batam, kota yang memuat sejuta harapan dan membuat nyaman.

Kriminalitas di Batam

Tak banyak media yang menyorot Batam, terlebih media pertelevisian. Karenanya Kriminalitas di Batam jarang terkekspos media. Kita hanya bisa melihatnya atau mungkin mencari informasi sendiri di media lain seperti web atau media sosial. Meski di sosial media masih sering diperbincangkan tentang tingginya kriminalitas dan kejahatan jalanan disana, Batam merupakan kota yang kriminalitasnya tergolong rendah jika dibandingkan dengan kota - kota lain di Indonesia. Terlebih jika dibandingkan dengan kota Industri lain seperti di Jawa barat, Jawa Timur dan Jakarta, Batam tergolong kota yang aman bagi para perantau. Sangat jarang  terjadi kejahatan ' premanisme ' disana. Birokrasi di Batam juga tergolong mudah dan tidak bertele-tele.

Biaya hidup di Batam

Selain beberapa alasan tentang pekerjaan dan kenyamanan kota, biaya hidup di batam tergolong standar. Hal ini dikarenakan upah disana juga tinggi. Ini juga menjadi faktor x mengapa banyak perantau datang ke kota Batam. Kita bisa melihat dari banyaknya para perantau yang bisa menetap disana dan memiliki rumah sendiri.

Jawa dan Batam

Tentu saja ini sangat jauh dengan keadaan di Jawa. Banyak orang yang mengatakan bahwa Batam memiliki biaya hidup yang tinggi. Ini karena disana untuk mendapat sebuah daun saja kita harus mengeluarkan uang. Berbeda dengan keadaan di Jawa yang rata-rata memiliki kebun dan tidak perlu membeli untuk mendapat sebuah daun. Mimin sendiri pernah mengalami. Di Batam ada orang jualan daun pisang. Ini menggelikan. Terlebih ketika daun itu diikat kecil-kecil. Dari sana sangat nampak bahwa kondisi di Jawa dan Batam sangat berbeda. Tak hanya soal biaya hidup, Kota batam juga memiliki budaya yang sangat bertolak belakang dengan budaya di Jawa. Jika di Jawa kita diajarkan untuk bertutur kata yang halus dan sopan, di Batam mereka memiliki logat yang cenderung keras sehingga terkesan kasar.

Wisata di Batam

Pariwisata di Batam juga tak kalah menarik untuk dikulik. Tak kalah dengan kota-kota lain Batam memiliki ciri khas sendiri. Kota Batam yang merupakan kepulauan membuat banyaknya wisata pantai disana. Berbeda dengan di Jawa yang dimana kita bisa juga mendaki gunung atau pergi ke puncak, Batam tidak memiliki dataran tinggi. Jembatan Barelang menjadi ikon Batam yang tak bisa dilewatkan ketika ada disana. Jembatan inilah yang menghubungkan ke - 3 pulau.

Dari beberapa alasan yang dituliskan, masih banyak alasan lain mengapa Batam menjadi kota pilihan untuk para perantau dari seluruh Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan membuat kita mencintai daerah masing-masing . Karena setiap daerah memiliki ke istimewaaanya.

0 Response to "Terkenal sebagai kota yang bebas, alasan Batam menjadi tempat berkumpulnya para perantau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel