Crosshijaber, Fenomena dibalik cadar dan gamis

Baru-baru ini banyak tersebar foto wanita-wanita cantik mengenakan cadar. Mereka nampak anggun dan mempesona. Namun, siapa sangka sosok dibalik jilbab besar itu adalah seorang pria.


Apa itu crosshijaber 


Mereka, para pria yang suka mengenakan hijab layaknya perempuan muslimah ini disebut croshijaber. Cosshijaber sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, keberadaannya diketahui dan mulai diperbincangkan baru-baru ini. Ini karenakan crosshijaber semakin berani tampil eksis di depan kamera. Di salah satu akun dari pemilik crosshijaber bahkan secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya adalahh pria dan memberikan masukan-masukan kepada teman lainnya mereka saling mendukung. Yang lebih mengerikan dan membuat muslimah khawatir akan adanya fenomena ini, crosshijaber mereka juga tak segan untuk keluar masuk toilet wanita atau bahkan ikut sholat jamaahh dibarisan shaff putri.

LGBT dan Crosshijaber


Belakangan fenomena crosshijaber disangkutkan dengan LGBT. Menurut saya tindakan ini sangat berbeda. Crosshijaber sering diidentikkan dengan transgender. Namun, Crosshijaber ternyata tidak memiliki orintasi seksual yang menyimpang. Mereka hanya senang menggunakan pakaian muslimah dengan hijab yang besar dan panjang, terkadang mereka juga menggunakan cadar. Dilansir dari klikdokter, Dari dr. Sepriani Timurtini yang ikut menanggapi adanya fenomena ini mengatakan, menurutny, memang ada dugaan bahwa pria yang gemar memakai baju perempuan, dalam hal ini pakaian muslimah, memiliki kelainan jiwa, sadar atau tanpa disadarinya. Perilaku tersebut dapat dimasukkan dalam kategori parafilia atau sexsual disorder. Perilaku ini juga disebut sebagai transvestisme, yakni mengumpulkan pakaian-pakaian lawan jenis kemudian memakainya juga dikehidupan nyata. Hal ini tentu berbeda dengan transgender.

Mencoreng nilai hijab


Adanya fenomena ini juga dianggap mencoreng nama hijab. Tentu bagi muslimah hijab merupakan pakaian untuk menunjukkan identitas dan menutup aurat mereka. Tak hanya mencoreng nilai hijab, crosshijaber juga dianggap dapat menjadi pemicu kejahatan, terlebih pada kaum perempuan. Ini karena mereka tidak pernah segan untuk masuk dan berbaur dengan perempun di ruang umum. Mereka bisa saja melakukan kejahatan dengan mudah terhadap perempuan.

Begini Kata Majelis Islam


PBNU, MUI, serta Muhammadiyah kompak mennyoroti hal ini. PBNU menyebut crosshijaber adalah penyimpangan dan di luar ajaran islam. Sedangkan MUI mengeluarkan fatwa bahwa tidakan ini haram. Sementara Muhammadiyah mendesak aparat berwenang untuk menyelidiki apa motif dari perilaku menyimpang yang mencoreng nama baik hijab.

Mengenali Crosshijaber


Ada 2 cara yang paling mudah untuk mengenali crosshijaber yang tentu saja tidak bisa kita nilai dari luarnya yang anggun mengenakan gamis dibalut cadar dan kerudung panjang yang mempesona.

1. Bicara

Jika kalian menemukan seseorang yang mencurigakan dan sudah terlintas dipikiran bahwa itu seorang crosshijaber, cobalah untuk mengajaknya bicara sebelum menuduh dan  menghakiminya. Laki-laki tentunya memiliki suara yang berbeda dengan wanita. Suara dari seorang laki-laki cenderung besar dan berat.

Jika kita lihat dari sisi psikologis, mereka akan gugup dan terlihat terkejut ketika kita mengajaknya berbicara. Karena mereka merasa bahwa identitasnya telah terbuka. Namun, jika mereka tetap tenang, teruslah ajak dia berbicara. Perhatikan secara detail nada bicara dan suara darinya. Jika terkesan berat atau malah dibuat-buat, bisa jadi itu adalah laki-laki.

2. Jalan

Jalan yang dimaksud disini adlah, jika kita ingin mengetahui apakah dia laki-laki atau perempuan perhatikan cara ia berjalan. Pada umumnya laki-laki berjalan lurus sedangkan perempuan berjalan silang.

Dari fenomena inilah kita bisa semakin yakin dan menerapkan kutipan yang sejak lama telah ada, jangan menilai orang dari covernya. Boleh jadi ia berpenampilan tertutup dan sopan ternyata dibalik semuanya adalah seorang pria. Fenomena ini juga tidak ada sangkut pautnya dengan LGBT, apalagi transgender. Karena pada faktanya mereka memiliki orientasi seksual yang normal atau pada umumnya.

1 Response to "Crosshijaber, Fenomena dibalik cadar dan gamis"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel